Secuil Kisah Mencari Kerja

Bagi seorang freshgraduated masa-masa jobseeker adalah masa-masa menyenangkan. Ya, awalnya memang menyenangkan tapi mungkin juga bisa menjadi hal yang menjemukan akhirnya kalau kelamaan. Postingan kali ini tentang petualangan mencari pekerjaan ini dimulai di bulan Juli 2011 – Jan2012.

Awalnya bulan Juli dengan melamar Astra International, ketika itu judul TA saya pun belum ada dan belum tau akan lulus kapan. Sedangkan wisuda saya rencananya april 2012 (insyaallah) masih lama. Istilahnya, saya kasih nama, nekat. Ini saya urutkan ya dari awal sampai akhir. Banyak yang mengingatkan saya agar fokus pada TA terlebih dahulu. Namun proses mencari kerja ini juga ibarat refreshing dikala TA sudah terasa sangat menjemukan. Hehe. Oke, dimulai dari awal ya secara runut:

1.  Astra International (Management Trainee)

Perusahaan ini saya apply di Jobfair SBM kira-kira bulan juli 2011, ada sebuah jobfair kecil di kampus yang diadakan oleh teman2 SBM. Jadi ada beberapa perusahaan yang ikut berpartisipasi disana. Saya coba drop cv di Astra, iseng banget gan coba keampuhan CV dengan IP pas-pasan, FYI bulan juli 2011 IP saya masih 3,01 (Cuma pelepas dahaga). Eh ternyata saya di sms di suruh ikut psikotes di Aula Timur besok nya. Oke saya datang dengan jeans hitam dan kemeja hitam casual. Ternyata peserta nya full se Aula Timur. Gawats. Rame pisan dan mungkin saya yang paling kecil. Saya coba ikut tes tanpa beban, eh ternyata lulus. Continue reading ‘Secuil Kisah Mencari Kerja’

Cerita Katak Kecil

Pada suatu hari ada sekumpulan katak-katak kecil yang berlomba-lomba

Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.

Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta.

Perlombaan pun dimulai….

Secara jujur, tak satupun penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan bisa berhasil mencapai puncak menara, terdengar ada yang berkata: Continue reading ‘Cerita Katak Kecil’

Ketika Nubie Bertemu Sesepuh

Mbak Imel, Kai dan Saya di Gerbang depan ITB

Kopdar kali ini memang istimewa. Kenapa hal ini saya sebut istimewa, karena momen ini mempertemukan saya dengan para sesepuh blogger seperti, Pak Nanang dan Pak Grandis merupakan seorang doktor dan pengajar FTTM ITB, Mbak Imelda, WNI yang berdomisili di Jepang, yang juga seoarang dosen di Universitas Waseda Jepang kebetulan lagi berlibur ke Indonesia, juga ada Mas Daniel Mahendra seorang penulis kondang dengan salah satu karya nya trilogi Epitaph Serta Pak Ersis penulis puluhan buku dan juga seleb blog yang lagi mengambiul S3 Bahasa di UPI. Lain rasanya bisa membuat saya bertemu dengan sesepuh dunia perbloggeran ini. Continue reading ‘Ketika Nubie Bertemu Sesepuh’

Balada IPK

Uang bukan segala nya, tapi segalanya butuh uang.

IPK Bukan segalanya tapi segalanya minta IPK

Ya, akhir-akhir ini memang saya sering sekali membuka portal ini. Walau tak ada perubahan-perubahan setelah nilai keluar tapi saya senang sekali melihat detail yang ada di situs tersebut, apalagi detail nilai saya :mrgreen: . Padahal dulu waktu tingkat tiga atau dua sama sekali acuh tak acuh dengan keberadaan portal itu.

Bukan tanpa alasan juga. Tak bisa saya pungkiri bahwa saya terbawa euphoria saya bisa mencapai target saya sebelum lulus harus pernah mencapai IPK yang memuaskan sebelum lulus.

Jujur saja, jurusan tempat saya kuliah sangat pelit, pelit cumlaude, pelit nilai, pelit meluluskan mahasiswa nya tepat waktu, pelit deh pokoknya

  1. Pelit cumlaude, memang benar. Teman-teman saya yang berIP cumlaude bisa dihitung dengan jari. Dari 150 orang angkatan saya
  2. Pelit lulus tepat waktu, angkatan 2007 yang sudah wisuda Juli 2011 ini baru 10 orang, tuh kan betapa baik nya kampus ini. Bayangkan saja kami tingkat empat masih ada dua praktikum. Trus asisten nya siapa? Ya anak tingkat lima atau enam lah. Memang jurusan ini elah di setting lulus lebih dari empat tahun *pembenaran*
  3.  Boro-boro dapat A, lulus dengan nilai C sudah syukur.
Begitulah beberapa anekdot di jurusan saya yang memang terdengar angker. Continue reading ‘Balada IPK’

Cat, loe kemana aja?

Suatu hari saya ditegur oleh seorang teman. “Cat, ntar liatin theme baru blog gw ya, gw baru aja beli domain pribadi” Saya sedikit terhenyak mendengar nya. Terhenyak karena saya kaget dan saya baru ingat kalau saya ternyata juga punya Blog.

Di lihat dari halaman utama blog ini ternyata dalam setahun belakangan saya hanya menulis tiga postingan saja. Sangat tidak produktif. Berbeda sekali waktu dua atau tiga tahun belakangan yang sangat haus mposting. Hingga saat itu saya memberanikan diri untuk ikut-ikutan membuat sebuah domain pribadi dan berhasil menembus angka Continue reading ‘Cat, loe kemana aja?’

Kisah Kuliah Professor

Semester ini adalah semester paling menarik bagi saya dalam menempuh pendidikan S1. Karena sudah memasuki tingkat akhir sudah selayaknya kita memilih konsentrasi dan memilih mata kuliah yang kita inginkan sesuai dengan minat kita.

Dalam kurikulum pendidikan S1 Teknik Mesin ITB, mahasiswa diberikan 15 sks pilihan, minimal 6 diantaranya mata kuliah jurusan dan sisanya boleh dari mata kuliah umum maupun dari jurusan lain. Saya berpikir daripada mengambil mata kuliah umum alangkah bermanfaatnya bila mengambil mata kuliah yang serumpun dengan ilmu kita. FYI, Teknik Mesin, Teknik Material dan Aeronotika-Astronotika merupakan jurusan yang memiliki hubungan yang sangat erat. Mereka tergabung dalam satu fakultas, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, FTMD. Hampir semua dosennya tamatan Mesin.

Salah satunya saya mengambil mata kuliah Material Lanjut, Advanced Material. Pada mata kuliah ini saya berkesempatan belajar dengan Prof. Rochim Suratman, satu dari dua Professor Jurusan Teknik Material, lulusan KUL Leuven Belgia. Sangat beruntung karena kelas ini hanya memiliki dua orang mahasiswa dan Professor pun bersedia membuka kelas tersebut.

Professor di ITB memang tidak banyak, Continue reading ‘Kisah Kuliah Professor’

Flying Phobia

Setahun belakangan ini penerbangan menjadi hal yang menakutkan bagi saya. Penerbangan tidak lagi menjadi suatu hal yang menyenangkan. Tapi seperti menaiki wahana di dufan yang memacu adrenalin dan memmbuat jantung bekerja dua kali lebih cepat. Apalagi penerbangan malam yang terkenal dengan guncangannya.

Memang, seminggu sebelumnya saya mimpi pesawat yang saya tumpangi menukik tajam di tengah malam dan saya lihat di jendela temaram lampu-lampu kota yang bergerak kencang menandakan pesawat ini jatuh dengan kecepatan yang kencang. Tapi saya terbangun karena itu hanyalah mimpi. Berkeringat dengan nafas yang terengah-engah. Pengalaman terbang berpuluh-puluh kali tak mampu menghilangkan rasa phobia itu.

Pukul  01.00 dini hari saya berjalan kaki menuju pool Cipaganti di bilangan dipati ukur, Bandung. Pikul 04.00 subuh tak terasa saya sudah sampai di bandara Cengkareng Soekarno –Hatta. Cukup awal saya sampai sebelum terbang jam 6 ke Padang nanti. Ruang tunggu terasa sangat dingin karena suhu luar yang juga memang dingin. Hal itu membuat saya cukup gugup dalam menghadapi Continue reading ‘Flying Phobia’

Next Page »


telah mampir...

  • 78,958 hits

Welcome

Cuma sedikit catatandan curhatan yang terkadang tentang politik, terkadang sosial, terkadang juga ngasal, tapi itu semua bentuk aspirasi yang terkadang tak tersampaikan.

Twitter

Error: Please make sure the Twitter account is public.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.