kaget juga di-Statement-in sama salah seorang teman.
awalnya sih rada2 kurang nyambung, karena awalnya saya pikir statemen itu hanyalah sebuah statemen umum yang ditujukan oleh khalayak umum.
tetapi setelah beberapa kali percakapan baru saya sadar bahwa statemen itu ditujukan kepada sebuah salah satu institusi pendidikan berorientasikan teknologi di Negara ini.
seru juga nih, plus aneh, bahwa statemen nya tidak dibarengi oleh bukti2 bahwa hal tersebut benar.
saya coba untuk menjawab iseng, tampaknya tambah menyudutkan institusi tersebut yang notabene tempat saya menuntut ilmu. wah2… yang katanta seorang berpendidikan kok koyak gt,
Indonesia, negara yang katanya kaya, yang katanya gemah ripah, tempat saya diajarin “etika” oleh guru2 sekolah saya dulu, adalah sebuah negara yang limitnya lagi menuju suatu batas terttentu menjadi sebuah negara maju.
akan tetapi hal ini mengalami proses adiabatik selama kira2 dua dekade terakhir ini. ekonomi yang terpuruk serta kondisi politik yang belum mencapai titik eqilibrium.
ngomong2 soal bajak-membajak, entah udah budaya atau apa, yang dari dulu toh , sudah terbiasa membajak sawah. Indonesia masih punya industri yang patut dibanggakan, PT DI (IPTN), mempunyai banyak produk yang diDisain oleh anak bangsa sendiri, dipakai oleh 20 negara dunia, termasuk perancis dan Korea Selatan yang bisa dibilang negara maju hingga sekarang. walau tidak di menej rapih oleh para petinggi2ya yg orang ekonomi. tetap saja PT DI salah satu produsen pesawat terbesar di ASIA.
hidup di negara yang ekonominya pas2an memang suatu kondisi yang sulit. banyak kita temui barang2 bajakan di jalanan seperti DVD, Software, Program2, bahkan produk2 rumah tangga pun banyak yang dibajak
kita ambil contoh software2 microsoft yang digunakan windows2 komputer, harga asli lisensinya bisa mencapai jutaan rupiah. apakah microsoft memberikan subsidi dalam pemasarannya di Indonesia yang notabene negara ekonomi lemah?selain untuk pendidikan apalagi?
apakah Microsoft memanfaatkan Indonesia yang banyak penduduknya untuk memasarkan produknya?tanpa memikirkan kondisi ekonominya? bayangkan saja bila aparat merazia software2 bajakan ke rumah2, saya yakin besok kaskus akan sepi. mungkin tidak cukup 1% rakyat di Indonesia memiliki lisensi asli microsoft.
banyak lagi contoh2 lain yang dapat kita ambil.
apakah kita akan dibodohi oleh permainan ekonomi ini?
apakah langkah kita surf informasi dihalangi oleh UU?
maling jangan berteriak maling dong!!!
kalau belum mampu jangan pura2 mampu.