Dimana Bung Hatta Muda

Minangkabau, suatu nama suku di Indonesia yang mendiami wilayah sumatera bagian tengah dahulunya terkenal dengan penghasil sumber daya manusia yang banyak bagi indonesia. Sebut saja para founding father negara ini, Bung Hatta, perumus pancasila, M Yamin, Tokoh Islam terbesar, Buya Hamka, Perdana Menteri waktu indonesia memiliki sistem negara bagian, Sutan Syahrir. Agus Salim, Tan Malaka, dan sederet nama besarnya telah dilahirkan di tanah Minangkabau. Di tulisan ini saya tidak bermaksud membanggakan suatu etnik atau suku, tapi saya malah menanyakan kemana hilang dan redupnya tokoh-tokoh berdarah Minangkabau di pentas nasional pada saat sekarang ini.

Urang Awak saat ini lebih dikenal sebagai pedagang di pasar baru, blok M dan tempat perdagangan di kota-kota Indonesia, sebagai penjual di rumah makan padang di kota-kota rantau. Tidak lagi dikenal sebagai tokoh nasional, menteri, maupun tokoh politik yang memainkan peranan penting bagi negara ini. tidak seperti dulu yang membidani lahirnya negara ini. Apa yang salah dengan etnik yang satu ini. Apakah mereka terlalu sibuk bereuforia terhadap masa lampau, atau mereka mengalami fase stagnan dalam menghasilkan orang-orang hebat? Memang saat ini masih ada sedikit yang berkibar di kancah nasional semisal Pak Inu Kencana, orang kelahiran Payakumbuh, yang membuka kebobrokan IPDN, atau beberapa dirut BUMN yang berdarah Minang, serta dirut persuhaan tekekomunikasi swasta besar di negeri ini. Bagaimana dengan sistem pendidikan di Minangkabau, Sumatera Barat Khusus nya, kota Padang tidak lagi sebagai pusat pendidikan di Indonesia bagian barat, memang Universitas Andalas sebagai Universitas termegah di Asia Tenggara tahun 90an tapi tetap saja belum bisa menjadikan Padang sebagai kota pendidikan seutuhnya.

Setelah saya lakukan penyelidikan kecil-kecilan dari beberapa sumber, ternyata pada tahun 50an pada saat Soekarno dengan konsep Nasakom dan demokrasi terpimpinnya berada di atas angin membuat beberapa petinggi negara serta wakil presiden M. Hatta gelisah, mereka pikir Soekarno telah jauh melenceng dari cita-cita proklamasi. Soekarno melakukan sentralisasi pemerintahan, pendapatan daerah dijual untuk kepentingan pusat. Akhirnya Bung Hatta mengundurkan diri dari jabatannya, kabinet Syahrir pun dibubarkan. PKI menjadi partai besar setelah masyumi dibubarkan. Basis terbesar masyumi di Indonesia, Sumatera Tengah pada saat itu tidak menerima. Sehingga terkesan ada batas antara pusat yang diwarnai komunis yang sentralistisnya dan daerah dengan prinsip otonominya. Pusat pembangkangan pada saat itu ada di Sumatera Barat, Divisi Banteng yang ada di Sumatera Tengah, yang dulunya terkenal dengan keganasannya di lebur ke Divisi Bukit Barisan yang ada di Sumatera Utara. Dan sebagian pasukannya ditarik ke Divisi Siliwangi di Jawa Barat. Sehingga komplekslah penderitaan yang dirasakan orang Minangkabau pada saat itu. Sehingga mereka sepakat akan memprotes pemerintah yang dianggap telah tidak berada di jalurnya itu, Soekarno yang memerintah secara otoriter, dengan poros jakarta-peking.

PRRI, Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia didirikan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang sudah tidak sesuai lagi dengan UUD. Mengultimatum pemerintah. Tapi Soekarno melihat ini sebagai kenakalan anak kepada bapaknya yang harus dilakukan dengan cara militer. A. Yani memimpin operasi ini dengan kata sandi 17 Agustus. Letkol. Ahmad Hussein sebagai pemimpin milter PRRI sebenarnya setengah hati melawan A.Yani, mengingat mereka sama-sama berjuang dulu melawan penjajah, mengingat bekas divisi banteng yang menjadi pasukan Yani. Dengan senjata seadanya dan sedikit bantuan senjata dari Amerika yang tidak ingin komunis tersebar ke daerah-daerah lain di Indonesia. Meletus lah perang antara A.Yani (jawa) dan Ahmad Hussein (Minangkabau). Perang ini dimenangkan oleh pasukan Yani, dengan amnesti kepada para pemimpin PRRI.

Walaupun telah diberikan amnesti, tapi perlakuan pusat terhadap mereka tetap tak bisa diterima, kakek buyut saya yang terlibat dalam PRRI ini dicabut jabatannya sebagai kepala desa. Semenjak itu orang minangkabau ibarat menanggung beban perasaan kalah. Banyak diantara meraka yang merantau meninggalkan nagari, malu sebagai orang kalah perang. Walau hasil protesnya baru dikabulkan di masa reformasi ini, otonomi daerah.

Hingga saat ini pun perasaan tersebut masih ada saya pikir tapi dalam bentuk yang berbeda. Kebanyakan orang minangkabau sekarang tidak mau eksis di suatu forum. Kalaupun ada yang eksis pasti dibilangin sok eksis dan di ledek. Pernah sewaktu acara penerimaan mahasiswa baru di kampus saya. Terdapat ribuan mahasiswa yang berasal dari seluruh Indonesia yang katanya putra-putri terbaik bangsa. Dibuka sesi diskusi terhadap pembicara yang notabene orang-orang besar negeri ini. banyak yang bertanya, tapi tidak ada satupun dari Sumatera Barat. Padahal mahasiswa asal Sumatera Barat cukup banyak jumlahnya, ratusan orang. Lha, kemana mereka?? Sayapun berniat maju ke depan karena memang ada satu hal yang ingin saya tanyakan kepada ketua KPK pada sesi itu sebagai pembicara. Dengan menyebut nama dan asal saya pun bertanya. Sekembalinya saya ke tempat duduk saya dipuji oleh teman kelompok saya katanya pertanyaan saya bagus. Setelah saya kembali ke komunitas saya, ketemu sama orang-orang se daerah saya malah diledek karena logat daerah saya yang masih kentara pada saat itu. Lho??

Saya pikir mereka malu bertanya, karena mereka malu sama logat daerah mereka. Lagian sebelum saya banyak juga yang bertanya dengan nada jawa yang medok maupun dengan logat sunda serta batak yang juga medok daerahnya masing-masing. Kenapa mereka tidak di ledek? Kenapa yang diledek medok hanya yang padang? Seperti itulah yang saya rasakan dari masa sekolah dulu hingga sekarang. Sehingga saya simpulkan budaya rendah diri dan tidak percaya diri telah melekat di diri orang Minangkabau saat sekarang ini.

Siapa Bung Hatta Baru?

About these ads

8 Responses to “Dimana Bung Hatta Muda”


  1. 1 catra 12 May 2008 at 14:09

    doakan saja saya jadi the next bung hatta

  2. 2 Zulmasri 12 May 2008 at 19:16

    Mohammad Hatta? Tokoh favorit saya. Pemikir yg cerdas, sederhana, tidak gila jabatan, dan selalu memberi yg terbaik buat bangsa. sesuatu yg sulit kita temukan saat ini

  3. 3 imoe 12 May 2008 at 21:14

    datanglah ke rumah kelahiran BUNG HATA di BUkittinggi,maka kita akan melihat gimana beliau sebenarnya…

  4. 4 catra 13 May 2008 at 09:01

    to pak zul :
    saya juga seorang pengagum bung hatta, pak. apakah sumatera barat akan melahirkan bung hatta baru lagi???
    to pak imoe:
    ada apa disana bg? ada yang menarikkah, insyaallah besok kalau ke bukittinggi singgah disana

  5. 5 Suhadinet 15 May 2008 at 00:50

    Saya doakan kamu adalah salah satu dari seribu Hatta baru dari Sumatra Barat. Saya yakin itu, kamu memiliki berbagai kecerdasan Cat, terus asah! Dan kalau nanti kamu dah jadi orang (‘mangnya sekarang blum?), ingat saya ya.

  6. 6 Catra 15 May 2008 at 08:50

    to pak suhadi :
    amiin pak, semoga saja…
    besok kalau ada kesempatan ke kalimantan saya ke danau panggang :-)

  7. 7 fandi 3 September 2008 at 15:16

    Ass,,,
    saLam kenal ya catra,,,
    kagum Liat Blog nya catra…

    makasi bwt informasi nya
    dgn blog ini banyak yang bisa ketahui
    baik sejarah maupun Lain nYa…

    sukses Terus …

  8. 8 raja iskandar zulqarnain 10 June 2010 at 23:52

    Saya Bung Hatta baru . Kami sudah ditakdirkan untuk menumpas dan memerangi raja yg zalim , RAJA ADIL RAJA DISEMBAH , RAJA LALIM RAJA DISANGGAH .. Kalau anda-anda merasa menjadi raja yg adil . TIDAK AKAN MUNGKIN BANYAK ORANG YG TIDUR DIBAWAH KOLONG JEMBATAN … hormat kami dari pulau gajah yg mewarisi gelar gajah (dt. gajah tongga , dt. gajah mada , dt. gajah patah gading , dt. gajah tunggal ) sudah lebih dari 3000 tahun …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow me on twitter: @caatraa

Blog Stats

  • 287,217 hits

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers

%d bloggers like this: