Sebuah Catatan

Tanda-tanda Kebangkitan Nasional (Berhentilah Mengencingi Merah Putih)

Posted in pikiranKu by Catra on 19 May 2008

Image Hosted by ImageShack.us

Setelah melalui fase krisis ekonomi tahun 97 hingga merambat ke bidang-bidang lain seperti politik kemanan hingga stabilitas ketahanan nasional di daerah, Indonesia sekarang sudah mulai bangun dari tidur panjangnya di pesakitan. Saya menganalisi hal ini karena akhir-akhir ini Indonesia relatif stabil dibandingkan 10 tahun yang lalu. Adapun poin-poin yang saya amati adalah

1. Rupiah termasuk stabil di kisarannya 9rb-an

2. Adanya profesionalisme militer yang menghapuskan dwifungsi ABRI dalam berpolitik dan berbisnis

3. POLRI juga telah profesional karena telah dipisah dari ABRI, sehingga tampak jelas perbedaan tugas diantara keduanya. KAPOLRI tidak lagi bertanggung jawab kepada PANGAB tapi langsung ke Presiden

4. Konflik di Aceh diselesaikan melalui musyawarah bukan dengan tindakan kekerasan lagi

5. Kebebasan pers sudah mulai terlihat, bahkan sampai-sampai menirukan tokoh-tokoh besar negeri ini, jarwo kuat, megakarti dll buat protes dan sindiran

6. Konflik poso, singkawang, madura, ambon berangsur-angsur pulih

7. Pulihnya hubungan militer Indonesia dan Amerika. Embargo militer Amerika telah dihapuskan. Sehingga peralatan tempur Indonesia kembali bergairah dan masuk kembali dalam jajaran elite militer dunia (sumber)

8. Pemilihan presiden sudah dipilih langsung oleh rakyat, sejak SBY

9. Anggaran untuk pendidikan sudah diarahkan untuk menuju  20%

10.Sudah adanya komitmen untuk memberantas korupsi. lembaganya KPK sangat sangar dan tak mengenal ampun bagi koruptor

11. Indonesia lebih mandiri dan tanpa beban menanggung hutang kepada IMF/CGI yang dulu mitosnya tidak akan mampu dibayar dan katanya ditanggung sampai anak-anak yang masih dalam kandungan pun. (sumber)Image Hosted by ImageShack.us

Jangan hanya menghujat tapi lihat juga kemajuan Indonesia dan sisi positifnya. Be a Positif.

Ada tambahan lain?

About these ads

23 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Catra said, on 20 May 2008 at 13:02

    tulisan ini saya buat untuk memeperingati satu abad kebangkitan nasional.

  2. Wempi said, on 20 May 2008 at 18:46

    kpk sudah mulai menggigit

  3. Okta Sihotang said, on 20 May 2008 at 19:42

    selamat memperingati 100 thn kebangkitan nasional, semoga kedepannya indonesia makin jaya

  4. Catra said, on 20 May 2008 at 21:15

    to Wempi, terima kasih atas tambahannya mas. akan saya masukkan ke poin di atas

    to Okta, ternyata masih ada jiwa nasionalisme diantara blogger Indonesia

  5. indra1082 said, on 21 May 2008 at 08:17

    Semoga Indonesia Bisa Bangkit dan Lebih Maju

  6. Zulmasri said, on 21 May 2008 at 20:38

    hidupkan api nasionalisme!

  7. Catra said, on 21 May 2008 at 20:46

    to indra dan Zulmasri, Ayo kita teriakkan “INDONESIA BISA”

    INDONESIA BISA!!
    INDONESIA BISA!!

  8. nindityo said, on 22 May 2008 at 05:06

    yang penting positif dulu.
    Indonesia BISA !!

  9. Nilna R.Isna said, on 22 May 2008 at 14:54

    Apapun !

    Meski ecek-ecek yg ptg memberi perubahan

  10. Catra said, on 22 May 2008 at 15:43

    to Nindityo, sekarang ini banyak orang yang ga tau apa aja yang udah maju dari Indonesia. mereka hanya tahu semua kebobrokan indonesia saja. KPK yang udah mati2an menyerang koruptor, malah dilecehkan dan diremehkan. densus 88 dari kepolisian yang udah mati2an memerangi teroris malah di protes.. betul sekali. Yang penting positif dulu. Indonesia Bisa

    to Nilna, yah, hanya tulisan ini yang bisa saya beri untuk Indonesia

  11. iwansulistyo said, on 23 May 2008 at 19:14

    Catra yg baik,
    Ada tambahan lain?

    Mohon izin tuk berikan komentar di beberapa poin, yakni di poin ke:

    2. Adanya profesionalisme militer yang menghapuskan dwifungsi ABRI dalam berpolitik dan berbisnis
    Benar. Itu sudah diamanahkan secara urai di UU No. 34/2004 tentang TNI. Poin-poin yang amat mendasar emang yang itu, yaitu: TNI (berlaku untuk ketiga matra; Darat, Laut, dan Udara) dilarang berpolitik praktis, dilarang berbisnis, menjungjung tinggi HAM dan supremasi sipil. Kan tetapi, masih banyak yang belum dijalankan sesuai amanah UU tersebut. Namun, hemat saya, sudah ada ke arah yang lebih baik.

    3. POLRI juga telah profesional karena telah dipisah dari ABRI, sehingga tampak jelas perbedaan tugas diantara keduanya. KAPOLRI tidak lagi bertanggung jawab kepada PANGAB tapi langsung ke Presiden

    Benar banget. Kalo saya memisahkannya secara dikotomis dengan dua aspek. Artinya, jika bicara ihwal pertahanan nasional (national security), ada dua pengertian keamanan nasional di sini, yaitu
    “K ” (baca: ka besar, artinya pertahanan, dan ini tugas TNI, amanah UU No. 34/2004 tentang TNI + UU No.3/2002 tentang Pertahanan Negara) dan “k” (baca: ka kecil, artinya keamanan, amanah UU No.2/2002 tentang Polri).
    Hemat saya, Kapolri seyogyanya berada di bawah suatu institusi sipil. Bukan apa-apa. Ini menyangkut kebijakan politiknya. Tatkala Menhan merupakan penanggung jawab dari segi politik (termasuk anggaran) tentara, maka seyogyanya pula Kapolri di bawah suatu Kementrian. Usul saya, sebagaimana yg sempat mengemuka, yakni Kapolri berada di bawah Mendagri. sekali lagi, bukan apa-apa. Ini terkait dengan aspek policy-nya. Artinya, Presiden tidak langsung ke Kapolri garis komandonya. Ini masih menjadi pro-kontra. Tapi, mari kita cari format yang tepat.

    6. Konflik poso, singkawang, madura, ambon berangsur-angsur pulih

    Sebagai mahasiswa kriminologi, hemat saya, konflik itu suatu saat akan meledak kembali mengingat benturan-bentiran kecil yg ada di tingkat bawah gampang disulut. Pemerintah ga ada desain khusus untuk hal ini. Justru itu, simpul-simpul adat, agama, dan kepentingan niscaya bakal mengemuka di beberapa tahun mendarang. Saya yakin. Namun, harapan kita, jangan terjadi lah!

    7. Pulihnya hubungan militer Indonesia dan Amerika. Embargo militer Amerika telah dihapuskan. Sehingga peralatan tempur Indonesia kembali bergairah dan masuk kembali dalam jajaran elite militer dunia.

    Itu hanya terkait lobi pemerintah kita. Masalahnya: cekatan/piawai ga ngelobi tuan-tuan di Pentagon dan di Gedung Putih? Apalagi kita kerap dituding mengenai pelanggaran HAM di masa lalu pada sejmlah daerah.

    9. Anggaran untuk pendidikan sudah sedikit digelembungkan.

    Koreksi saja: bukan digelembungkan. Tetapi diupayakan untuk ke arah mendekati 20% dari APBN dan APBD, karena itu amanah UUD. Kalo make kata “penggelembungan”, itu terkesan “murk-up”. (kecurangan di bidang anggaran).

    10.Sudah adanya komitmen untuk memberantas korupsi. lembaganya KPK sangat sangar dan tak mengenal ampun bagi koruptor.

    Ya, Saya apresiasi Pak Antasari Azhar, mantan Kajati Sumbar itu. Semoga bisa tangkep tikus-tikus kakap yg bawa lari dana BLBI, di Singapura itu banyak yang sembunyi lho!

    Saya sendiri, Insya Allah, semester bsokb bakal nulis skripsi tentang KPK: “Ketakutan Berbuat Korupsi Pascapembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)”. Mohon doanya biar lancar.

    Itu saja. Sorry terlalu rinci. Namanya juga diskusi. Salam. IS

  12. Catra said, on 23 May 2008 at 20:36

    to uda iwan, terima kasih udah mengomentari pikiran-pikiran saya yang tersurat di tulisan atas. boleh saya balik mengomentari, saya juga sangat tertarik dengan politik dan hukum di negeri ini meski saya tidak mendalami ilmu tersebut di perguruan tinggi.


    iwansulistyo wroted:
    …Usul saya, sebagaimana yg sempat mengemuka, yakni Kapolri berada di bawah Mendagri. sekali lagi, bukan apa-apa. Ini terkait dengan aspek policy-nya. Artinya, Presiden tidak langsung ke Kapolri garis komandonya. Ini masih menjadi pro-kontra

    menurut hemat saya benar sih kepolisian berada dibawah satu departemen sipil, seperti TNI yang berada di bawah departemen pertahanan. tapi bukan berada dibawah mendagri. kalau begitu gubernur berada di atas kapolda bukan? sehingga banyak kasus-kasus yang membuat kepolisian tidak independent dan leluasa dalam bertugas. menurut saya cukup dibuat tersendiri, dengan semacam departemen kepolisian dengan menterinya seorang sipil seperti pak juwono Menhan kita sekarang.


    iwansulistyo wroted:
    Sebagai mahasiswa kriminologi, hemat saya, konflik itu suatu saat akan meledak kembali mengingat benturan-bentiran kecil yg ada di tingkat bawah gampang disulut. Pemerintah ga ada desain khusus untuk hal ini. Justru itu, simpul-simpul adat, agama, dan kepentingan niscaya bakal mengemuka di beberapa tahun mendarang. Saya yakin. Namun, harapan kita, jangan terjadi lah!

    benar sih, pemerintah tidak ada disain khususnya untuk meredam konflik. tapi saya yakin pemerintah sekarang pemerintah yang kuat, dalam arti menjaga stabilitas negara. lihat saja, berapa banyak konflik muncul setelah soeharto lengser, dari bergejolaknya kembali aceh, hingga berani mengibarkan bendera GAM dan upacara kemerdekaan secara terang-terangan, OPM yang dengan terang-terangan mengibarkan benderanya setelah orde baru jatuh. konflik singkawang-madura, ambon, poso, santet banyuwangi, bom bali I dan II, berbagai bom lainnya. tapi sejak pemerintahan SBY-JK relatif lebih aman dan terkendali dibandingkan presiden-presiden reformasi sebelumnya.

    mengenai penggelembungan dana, haa, terima kasih atas sarannya. penggelembungan bermakna konotasi negatif ya,

    semoga skripsi nya lancar,

  13. imoe said, on 23 May 2008 at 21:33

    tapi masih ada yang tertinggal ANAK-ANAK MASIH BELUM MAMPU MEMPEROLEH HAK DASARNYA dengan layak…anak-anak dipinggirkan dalam sistem negara kita……

  14. zoel chaniago said, on 24 May 2008 at 00:28

    bangkitalah indonesia

  15. Catra said, on 24 May 2008 at 08:40

    to Imoe, terima kasih atas pemikirannya bang, terus gimana solusinya bang?

    Zoel ChaniagoBangkitlah Indonesia, Ayo teraiakkan Indonesia Bisa

  16. iwansulistyo said, on 24 May 2008 at 20:10

    Bung Catra,
    Memang banyak yang masih menjadi kendala di Tanah Air kita ini, terkhusus dalam hal pengembangan pertahanan.

    Mengenai pertahanan, ya intinya di Anggaran Pertahanan.

    Hemat saya, kunci utamanya adalah di anggaran.

    Kalau Prof.Juwono minta minimumnya per-tahun adalah 100T, tapi yang disanggupi baru 32T, ya tentu jauh dari yang dikehendaki.

    Tapi, tentu kita semua menggantungkan harapan ke Senayan, khususnya Komisi I.

    Kita negara kepulauan amat besar, yang selayaknya memiliki kekuatan ekonomi & militer yg tangguh.

    Jika itu kuat, niscaya kita bisa menekan sejumlah negara kawasan kita, negara-negara di sekeliling kita. Kita bisa tekan mereka, menurut kemauan kita, kepentingan nasional kita!

    Mudah-mudahan kita bisa kian baik di segala lini, termasuk dalam matra pertahanan.

    Aspek ini, aspek pertahanan, sangat melekat dalam kehidupan kita, bak napas zaman.

    Lantas, tentang Gubernur dan Kapolda.
    Bukan berarti gubernur berada di atas kapolda.
    Kapolda jelas langsung bertanggung jawab ke Kapolri karena yg mengangkatnya adalah kapolri.

    Itu sama halnya, menyangkut gelar kewilayahan, seperti halnya di masing-masing matra darat, laut dan udara. Di TNI AD ada gelar kewilayahan dari tingkat Kodam, Korem, Kodim, Koramil, hingga Babinsa. Termasuk gelar angakatan laut (armada barat-timur), juga AU (Utara-selatan).

    Jika emang demikian halnya, saya balik tanya: apa masing-masing Pangdam dan Danrem juga berada di bawah gubernur kalo Mas Catra tadi mengatakan bahwa gubernur berada di atas kapolda sehingga banyak kasus-kasus yang membuat kepolisian tidak independent dan leluasa dalam bertugas?

    Gubernur hanya berkoordinasi dengan mereka (Pangdam, Kapolda, Danrem, dll.) dan jika sewaktu-waktu ada gejolak di daerah bisa dijadikan status darurat sipil (gubernur) dan darurat militer (pangdam).

    Itu saja.

  17. nindityo said, on 24 May 2008 at 20:39

    menarik sekali kalo melihatnya dari satu-satu sisi. semisal anggaran aja atau pertahanan saja. tetapi tentu lebih elok kalo melihatnya secara global (makro). salah satu indikator melihatnya ya APBN (dan APBN-P). dari situ akan kelihatan bahwa bukan cuma pertahanan yang perlu tetapi juga banyak sisi semacam kesehatan dan pengentasan kemiskinan.
    dan akhirnya akan kembali ke diri sendiri “apakah yang sudah kita lakukan untuk negeri ini ?”
    yang simple saja misalnya punya NPWP. :D

  18. iwansulistyo said, on 25 May 2008 at 19:17

    Mas Nindityo,

    Benar banget tuh.
    Akan lebih arif dan bijak kalo kita melihat persoalan itu secara padu & menyeluruh, bukan secara parsial.

    Dalam konteks kehidupan kekinian masyarakat Indonesia, sila ke lima dalam Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, merupakan konsep yang amat penting.
    Keadilan sosial akan lebih “bunyi” dan “semarak” tatkala bagian terbesar dari masyarakat Indonesia dapat hidup secara layak dengan mendapatkan kebutuhan minimalnya sebagai manusia; sandang yang memadai, pangan yang cukup, hunian yang layak (bermartabat) bagi manusia, listrik yang terjangkau oleh harga (bagi sebagian besar penduduk), akses kepada air minum yang yang sehat dan bersih, hospitalisasi/pelayanan kesehatan yang memadai, pendidikan yang terjangkau, peluang yang sama dalam memperoleh pekerjaan, tabungan hari tua, dan asuransi. Keadilan sosial bukanlah komunisme (sama rata/sama rasa).

    Tiga tulisan saya di my blog, yakni “Pembangunan dan Kemiskinan”, “Lapar, Kenyang, dan Mitos Kejahatan” serta “Pemenuhan Kebutuhan Pokok Kunci Stabilitas”, saya rasa sudah meng-cover kesemuanya.

    Thx. Salam Kenal, IS.

  19. Catra said, on 25 May 2008 at 20:19

    to mas nindityo dan mas Iwan, menarik sekali topik kebangsaan yang akhir-akhir ini sudah menjadi sesuatu yang usang bagi anak muda kebanyakan. tapi saya sangat senang membahasnya apalagi dengan adanya sumbangan-sumbangan pemikiran dari orang yang lebih ahli dari saya, hingga saya menjadi lebih semangat lagi.

  20. Robby Permata said, on 25 May 2008 at 21:43

    Peringkat militer Indonesia adalah no. 13 di dunia menurut GFP..(?)

    ntar dulu neh, sy kok mulai bingung nih.. standarnya GFP apa ya? bukannya bermaksud mencari kejelekan bangsa sendiri, tapi yg bener aja militer Indonesia lebih kuat dari -let say-Australia yg di nomor 22?

    Indonesia memang unggul dalam jumlah available military manpower.. tapi apa iya itu yg paling penting? sebagai perbandingan liat angkatan udara :
    – pesawat tempur termodern Indonesia hanyalah 1 skadron F-16 (kl gak salah 4 buahnya udah hancur gara2 kecelakaan) dan beberapa biji Su-27 (udh ada senjatanya gak?). kl A-4 Skyhawk atau Hawk udh ketinggalan jaman tuh..
    – Australia punya 21 F-111 dan 71 F/A-18 Hornet.. Khusus F-111, biarpun kodenya F alias Fighter, tp seringnya jadi bomber dg kapasitas angkut bom yg besar.. F-111 australia akan dengan mudah mencapai jakarta (kl mereka mau), karena praktis interceptor Indonesia cuma tinggal beberapa biji saja.. itu pun sering rusak..

    so?

  21. Catra said, on 26 May 2008 at 09:22

    to uda robby, standar nya banyak mas, bisa dilihat disana, aspek-aspek mana saja yang mejadi penilaiannya. memang sih dari kekuatan udara Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara lain, itu terkait dengan imbas embargo militer amerika pasca peristiwa santa cruz di dili awal 90an dulu. tapi sekarang setelah embargo dihapus pelan-pelan Indonesia sudah mulai membenahi peralatan tempurnya. semoga bisa kembali seperti tahun 60an dulu. termasuk salah satu kekuatan elite dunia

  22. dhana said, on 26 May 2008 at 14:45

    imho, tv & media massa di satu sisi memang ada positifnya tapi di sisi lain juga banyak berperan ‘ngerusak’ bangsa. Ntar kalo mo dibatasi, berdalih HAM.
    Yah.. whatever, saya pribadi masih bangga lahir dan hidup di Indonesia yg cantik ini. Masih suka dengerin lagu “Nusantara” Koes Plus.. :)
    Moga saya, kamu, kita bisa berbuat sesuatu untuk negara ini.. semangatt!

    ~Eh ketinggalan.. salam kenal Mas :)

  23. Catra said, on 26 May 2008 at 15:47

    to dhana, apa salah bangsa kita ini ya. di saat bangsa lain mencemooh bangsa kita sebagai bangsa yang rusak, tertinggal, “indon”. kita sebagai anak negeri ini juga ikut mencemooh bangsa kita sendiri. menertawakan keterpurukan bangsa ini.
    kalau saya suka yang “kolam susu”-koes plus. menggambarkan nusantara yang subur hanya dengan kail dan jala kita bisa hidup. menggambarkan tanah surga yang tongkat pun bisa tumbuh jadi tanaman. walau hanya sebuah klise tapi saya sangat suka dengan gambaran keelokan nusantara dilagu itu.
    salam kenal juga!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 65 other followers

%d bloggers like this: