Trowulan, 1380

By Catra

Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Sriwijaya, Tumasik, samana ingsun amukti palapa.

Photobucket

Sang Patih

Tetesan hujan tak juga berhenti membasahi bumi, sudah dua hari ini matahari seperti enggan muncul melihatkan keperkasaan sinarnya. Memancarkan energi, dengan frekuensi laju cahaya yang tinggi, setelah menembus atmosfer malah terkurung di dalam atmosfer itu sendiri. Huh, itu pembahasan ilmuwan beberapa abad mendatang.

Walau sedikit basah saya tetap semangat menuangkan pupuk ini ke sekitar taman ini. Oh ya, Sekarang, ada isu terdengar bahwa sang raja lagi bingung. Dia masih belum menemukan pendamping hidupnya. Entah apa yang dipikirkannya. Kerajaannya yang sebesar ini tapi masih belum bisa menemukan pujaan hatinya. Sayup-sayup kabar burung terdengar bahwa kerajaan tetangga mempunyai seorang putri yang sangat rupawan. Legendanya negeri sebelah merupakan negeri kumpulan para bidadarikahyangan yang tak bisa menemukan jalan pulang ke langit.Isunya sih seperti itu.

Saya yang sehari-hari mengabdi di istana sangat ingin sang raja segera mempunyai pendamping. Setiap hari saya dengan setia membersihkan taman-taman istana agar tampak cantik dengan bunga-bunganya yang warna-warni. Hmmm, bunga-bunga ini tidak akan anda temukan di luar sana. Bunga ini ada yang berasal dari tanah malayu, bunga yang merah kehitaman ini hanya akan anda dapat di temasek, sedangkan bunga yang kekuningan ini ialah bunga pemberian kaisar tiongkok waktu lawatannya kesini beberapa tahun yang lalu. Taman ini sangat semarak dengan beragam tanaman yang berasal dari tanah seberang.

Tiap bulan para pemimpin dari tanah seberang berdatangan, saya selalu memperhatikan mereka dari kejauhan. Mereka membawa emas, sebagai tanda tunduknya tanah malayu, tanah palembang, hingga pemimpin semenanjung. Saya berharap mereka ada membawa bunga khas daerah mereka agar bisa menjadi koleksi taman ini.

Saya dengar, armada kerajaan kita lagi sibuk-sibuknya mempersiapkan ekspedisinya. Sekarang mereka lagi mengincar daerah-daerah timur. Entah apa yang ada di benak mahapatih kami itu. Sangat ambisius sekali sepertinya. Namun ada yang aneh, tepat negeri di sebelah kami, bahkan satu pulau dengan kami belum berhasil ia taklukkan.

Beberapa waktu yang lalu Terdengar Isu baginda Wuruk menyatakan bahwa ia mau  melamar putri parhyangan nih. Tapi kenapa sang patih rada gusar ya?

It was the largest empire ever to form in Southeast Asia. Although its political power beyond the core area in east Java was diffuse, constituting mainly ceremonial recognition of suzerainty, It society developed a high degree of sophistication in both commercial and artistic activities.

Tag: , , , , , , ,

21 Tanggapan ke “Trowulan, 1380”

  1. annosmile Berkata:

    kapan indonesia memasuki masa kejayaan seperti yang dialami patih gajah mada

  2. nomercy Berkata:

    kuncinya adalah tekad, cinta, melindungi …
    mudah2an bangsa kita suatu saat dapat bangkit lagi …

  3. ekaria27 Berkata:

    Koq saya gak mampu memahaminya…?
    Udh baca 3 kali…
    Oh eka dirimu memang gak sepinter mas catra :( hiks

  4. Catra Berkata:

    AnnoSmile:::
    Kapan yah mas? Coba kita lihat di ramalan jayabaya aja deh… :)

    Nomercy:::
    Satu lagi. Kuncinya yaitu Kerja Keras….

    Ekaria27:::
    Saya sendiri juga masih bingung nih mbak. ;)

  5. Daniel Mahendra Berkata:

    Tentu saja Sang Patih itu gusar. Bagaimana tidak, ibunda Wuruk dan para keluarga kerajaan selalu mewanti-wanti Sang Mahapatih:

    “Jangan kau serbu negeri itu. Negitu itu masih satu rantai keluarga dengan kita. Mereka bukan musuh atau negeri taklukan yang mesti tunduk pada kerajaan kita. Mereka saudara.”

    Tapi Sang Patih terikat sumpah yang ia cetuskan sendiri: untuk menyatukan pulau-pulau yang ada di bawah panji Gula Kelapa. Semua mesti tunduk dalam kebesaran kerajaan.

    Maka betapa masygulnya Sang Patih ketika baginda Wuruk malah hendak mempersunting Neng Pitaloka yang merupakan anak dari raja negeri tersebut.

    Makin sulit bagi Sang Patih untuk menyerbu negeri yang masih satu pulau itu. Sehingga Sang Patih bersikeras bahwa pernikahan itu merupakan bukti tunduk negeri tersebut pada Wilwatikta. Penyerahan Neng Pitaloka mesti dianggap upeti bukti takluk.

    Siapa pun bakal tak terima mendengar ucapan semacam itu. Baik negeri satu pulau itu maupun negeri baginda Wuruk.

    • Catra Berkata:

      Hmmm… sepertinya mas DM paham betul nih. Tau nih, yang baru napak tilas ke trowulan.

      mas saya lagi muter-muter nih, cari jalan gajah mada di Bandung. Kok ndak ada nih mas?

      :lol:

      • Daniel Mahendra Berkata:

        Takkan pernah ada jalan Gajah Mada, Majapahit, atau Hayam Wuruk di tatar Sunda. Demikian pula jarang ada jalan Pajajaran di Tanah Tengah maupun Tanah Timur (hanya sebagian kota saja).

        Sebabnya tak lain: pertikaian sejarah masa lalu. Itu masih mending. Beberapa zaman lalu, orang Sunda tak diperbolehkan menikah dengan orang Jawa. Sebabnya tetap sama.

        Ini memang sejarah hitam masa lalu di bumi Jawa. Pajajaran menganggap Majapahit berkhianat. Majapahit menganggap Sang Mahapatih yang menodai kerajaan. Sementara sejarawan mengira-ngira: Sang Patih salah memberi instruksi pada anak buah.

        Apa boleh buat…

  6. harry seenthing Berkata:

    kejayaan GM waktu dulu gag mungkin bisa kita bisa lagheee, masalahnya kita sekarang dah mikirin masing-masing diri sendiri aja

  7. omiyan Berkata:

    indonesia sekarang agak penakut dan pemalu

  8. mas stein Berkata:

    boss, situ anak turunnya highlander apa vampir…? kok bisa-bisanya menangi jaman majapahit dan bertahan hidup untuk cerita di jalam sekarang :mrgreen: mantap sumpah palapa-nya sang patih, militan sekali, misalnya semua rakyat dan pemerintah punya tekad seperti beliau, jayalah Indonesia!

    • Catra Berkata:

      Saya reinkarnasi tukang kebun nya mas… hahaha..
      Makanya saya seakan-akan de javu mendengar kata majapahit :)
      sekarang masih ada orang yang mau mendeklarasikan sumpah palapa ya? ntar dikirain Indonesia mau menginvansi majapahit lagi :mrgreen:

  9. taliguci Berkata:

    fiuhh..
    1380, rasanya seperti apa ya kehidupan saat itu..
    hutan belantara, binatang buas, gelap gulita..

  10. Zulmasri Berkata:

    Saya malah mbayangin gajah mada itu sutan sendiri

  11. racheedus Berkata:

    Alih-alih menambah wilayah kekuasaan seperti era Gajah Mada, Sipadan Ligitan dan Timor-Timor saja sudah lepas dari tangan. Saat kapal dari negeri Jiran nyelonong seenaknya, armada kita juga masih ragu untuk mengusirnya. Ah, negeri ini memang memerlukan neo Gajah Mada .

  12. 1nd1r4 Berkata:

    Kejayaan itu masih bisa dibangkitkan, dengan komitmen dan kerja keras tentunya…klise banget yah, but it might work somehow if we do it of course ^_^ . Abis napak tilas cat?

Tinggalkan Balasan