Jalan-jalan yuk

Capek nih, masa-masa ujian. Masa-masa banting tulang demi masa depan bangsa. Lebay. Demi masa depan saya maksudnya. Saya ingin jalan-jalan nih. Jalan-jalan yuk!! Ayo packing barang-barang mu!

Bandung

Dulu Deandels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda menyebutnya Paris van Java. Tapi saya tidak melihat dimana sih miripnya. Mungkin di tahun 1800an itu Bandung memang belum sejelek ini. :mrgreen:

Dulu waktu awal-awal 1900 pangeran dari Thailand juga pernah ke air terjun di bukit dago sana. Ya, Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Merupakan pusat mode (katanya lagi sih). Tempat mobil ber-plat B berkeliaran setiap akhir minggu. Kota pendidikan, katanya, bener juga sih, tiap gang ada kampus.  Berhawa sejuk, namun tetap panas juga di siang hari. Haha

Padang

Kota ini tempat kelahiran saya. Dari ujung ke ujung udah “lanyah” oleh saya. Panas, karena terletak di dataran rendah dan di pesisir pantai. Merupakan kota yang berasal dari kampung nelayan kecil dan berkembang dari pusat pemerintahan belanda dulu.

Kota pelabuhan kecil yang pernah dijadikan Belanda untuk menguras lada, cengkeh dan kopi. Sekarang kalau anda kesini siap-siap untuk menambah berat badan. Kota ini merupakan surga makanan. Hmmm Spicy. Jangan kaget ya kalau anda bertemu bangunan-bangunan bertanduk di kota ini. Termasuk Kantor pemerintahan.

Jakarta

Sebenarnya saya malu mengakui kalau Jakarta merupakan Ibukota negara dari Indonesia. Sebagai negara besar (Besar karena berpenduduk banyak?) Indonesia harusnya memiliki Ibukota yang bagus. Palingan terasa metropolitan di kawasan kuningan, atau di sudirman saja. Kalau udah ke pinggiran sedikit serasa di Kebumen.

Niat baik Bung Karno di akhir-akhir pemerintahannya untuk memindahkan Ibukota negara ke Palangka Raya, Kalimantan pupus. Keburu di kudeta sih.

Denpasar

Kota ini sangat eksotis menurut saya. Sungguh nyaman. Pedestriannya yang lebar. Ciri khas bangunannya, selalu ada gapura bergaya candi di depan bangunan-bangunannya. Terakhir kali saya kesana kota ini masih asri. Pepohonan masih banyak membuat kota ini terlihat adem.

Kuta, tentu saja tempat wisata yang satu ini menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Namun jangan anda pikir tempat wisata darek (wilayah pedalaman) di pulau Bali ini belum ada apa-apanya. Danau Batur serta wisata alam pedesaannya yang masih menakjubkan.

Ssttt… Pulau ini sering disebut-sebut di film Hollywood lho. Mungkin Sutradaranya terobsesi dengan pulau ini. “I want to Bali”, Kata kembaran saya, Brad Pitt.

Yogyakarta

Hal yang saya pikirkan sewaktu pertama kali kesini adalah. Duh, kota ini kuno sekali ya. Ya, kota ini merupakan kota yang berasal dari pusat pemerintahan Kerajaan Yogyakarta yang merupakan pecahan dari Kerajaan Mataram waktu perjanjian Giyanti dulu. Wajar saja jikalau kota ini merupakan pusat kebudayaan jawa. Kata orang jawa, keraton merupakan pusat kebudayaan.

Dari zaman kemerdekaan dulu, Kota ini juga merupakan pusat perjuangan. Sultan IX dulu merupakan seorang nasionalis. Walau ia seorang pejabat tinggi di, raja lho, tapi tetap pengabdiannya untuk seluruh Indonesia.

Namun, saking kuno nya kota ini Keraton pun seperti tak terawat. Kompleks keraton serasa tak asri lagi. Alun-alun yang gersang. Lapangan yang botak dan becek. Namun ketika berada di persimpangan kantor pos (KM 0) suasana eropa terasa banget. Padahal saya belum pernah ke Eropa. Jelas banget bohong nya. :mrgreen:

Eh saudara-saudara udah punya passport belum? Ke Negeri Sebelah yuk? Hayuuu

Melaka

Mengunjungi Melaka berarti anda mengunjungi malaysia. Yup, kalau nggak salah slogannya seperti itu. Dulu waktu saya kesana yang bikin kagum adalah kemasan kotanya yang sophisticated. Kota pelabuhan kuno. Sangat kuno malah. Sejak 1300. Kalau dibandingin kekunoannya paling sebanding dengan pelabuhan Sriwijaya, dimana ya? di Palembang. Atau pelabuhan Tuban dan Gresik untuk majapahit.

Kota ini direbut oleh Portugis tahun 1511. Kota ini pusat perdagangan yang terletak di pinggir selat yang ramai. Didirikan oleh parameswara seorang bangsawan Sriwijaya. Kerajaan Melaka yang didirikan Paramewwara ini merupakan cikal bakal kerajaan-kerajaan lainnya di Malaysia. Johor, Kelantan dan yang lainnya.

Satu hal yang menarik sama saya. Di kotanya ini terdapat peninggalan kapal kuno eropa khas tahun 1500an. Di pajang di pesisir kotanya itu. Kota ini pernah dikuasai Portugis, Belanda dan Inggris. Sssttt… Kerajaan Aceh pernah melancarkan serangan ke Melaka lho. Merebutnya dari tangan Belanda. Namun gagal.  Ternyata Kerajaan Aceh termasuk yang superior juga ya di zamannya

Satu lagi, ada peninggalan reruntuhan gereja di bukitnya (bukitnya terletak di tengah kota). Ada semacam benteng kuno lengkap dengan meriamnya yang mengarah ke pantai. Di sini masih tersisa Baba dan Nyonya (keturunan portugis), Para keturunan Cina, India dan Aceh.

Anda tidak akan rugi deh kalau ke sini.

Kuala Lumpur

Kota ini bisa dibanggakan lah sedikit dari ibukota negara kita. Ini jujur lho, walau kebudayaan kita banyak dicuri dipakai di sana. Tapi setidaknya mereka mampu membuat sebuah Ibukota yang nyaman dan bersih. Memiliki monorail. Sistem Transportasi disana setidaknya lebih baik daripada di Jakarta. Stasiun Kereta Api nya lebih bersih daripada Bandara kita. hhuuhh sedih.

Kereta listriknya sangat nyaman. Tak terasa guncangan sedikitpun. Tak seperti kereta Bandung – Gambir. :mrgreen: Ssssttt… mereka semakin besar kepala lho setelah menara kembarnya berdiri menjulang tinggi membelah angkasa. Hhuhh jadi tambah iri saja.

Singapura

Saya sengaja tak mau menyebut singapore. Ingin membudayakan lagi bahasa melayu Indonesia. Sekarang Orang-orang temasek seperti udah terasa di British saja. padahal kalau ngomong sama mereka tetap bingung dengan logat singlish-nya. :lol:

Saya tak bisa bohong bahwa kota mereka merupakan kota terbaik dari kota-kota yang pernah saya kunjungi. (perjalanan saya baru sekitar-sekitar sini saja, haha). Wajar aja sih menurut saya. wong mereka hanya ngurusin wilayah yang tak lebih besar dari Jabotabek. Penduduk yang sedikit dan ada mbahnya (United Kingdom). Coba aja dulu Indonesia tetap dijajah Inggris :(

Padahal negara ini dulu hanya setara dengan Bengkulu lho. Dulu Belanda dan Inggris menukar Bengkulu dengan Temasek.

Orchard Road, Pejalan kaki sangat dimanjakan. Dengan gedung tinggi menjulang kiri kanan. Bersih. Pegawai kantoran hanya berjalan kaki atau naik bus atau angkutan massal lainnya. .

Pak raffles, tuker lagi donk Singapurnya sama Bengkulu! ;)

33 Responses to “Jalan-jalan yuk”


  1. 1 Catra 12 May 2009 at 14:05

    Capek ya jalan-jalan nya? saya sendiri capek?

    *duduk dengan nafas tersengal-sengal*

  2. 2 Uke Poet 12 May 2009 at 14:08

    Pertamaxxxx!
    Numpang lwt sambil baca2 di sini.

  3. 3 omiyan 12 May 2009 at 15:08

    saya pengen ke bandung dah lama banget

  4. 4 Catra 12 May 2009 at 15:12

    Uke Poet:::
    Silahkan mbak, silahkan lewat. ;)

    Om Iyan:::
    Kalau ke bandung kesini yah mas… hehehe

  5. 5 mas stein 12 May 2009 at 15:17

    Palingan terasa metropolitan di kawasan kuningan, atau di sudirman saja. Kalau udah ke pinggiran sedikit serasa di Kebumen.

    wew! ini berbau pelecehan :mrgreen:
    keren juga sampeyan sudah sampe ke luwar negeri, saya ke luwar pulau saja blom pernah

  6. 6 wahyu ¢ wasaka 12 May 2009 at 16:24

    Nunggu oleh2 dari yg lagi jalan2

  7. 7 Catra 12 May 2009 at 16:25

    Mas Stein:::
    waduh bukan maksud saya untuk melecehkan mas. Tapi memang begitu kondisi jakarta itu sekarang mas, Ibukota kebanggan kita. hehehe jangan marah ya mas.

    Wahyu:::
    Ayo bagi oleh2 nya tuh ke wahyu!!

  8. 8 imoe 12 May 2009 at 17:24

    hahahaha itu kota yang disinggahi CATRA sebagian itu kenangannya sulit di lupakan ….INGAT YOGYA…KITA HAMPIR KETINGGALAN PESAWAT hahahahahahahah 12 Orang…kalo sempat ketinggalan, wah duit mana tuh untuk beli tiket lagi hahahaha

  9. 9 yulia 12 May 2009 at 18:07

    Huff… apek juga bis jalan2 part two nya.. tapi kita kog ga mampir ke semarang sih? padahal disana wisata sejarah,budaya,dan kuliner nya okeh juga lho…
    mampir semarang dolo ah.. :)

  10. 10 Catra 12 May 2009 at 18:11

    Bang Im:::
    bang, jangan ingetin itu lagi bang!! malu-maluin! hahaha… kapan kita jalan2 lagi bang? ajak2in donk!

    Yulia:::
    saya belum pernah ke semarang uni… gimana tuh, gak tau. yang saya tahu itu tuh, lumpianya!! hahaha

  11. 11 suhadinet 12 May 2009 at 18:27

    wah, asik Cat, jalan-jalannya. Moga nilai ujianmu bagus, ya :)

  12. 12 Ade 12 May 2009 at 19:37

    Sate Padang.. *yang lagi pengen banget sampai ngences*

  13. 13 Catra 12 May 2009 at 21:07

    Pak Suhu:::
    amieennn pak… kemana aje nih pak? Sibuk sama tempat kerja baru pak?

    Uni Ade:::
    Di US ndak basobok sate Padang doh uni. hahaha

  14. 14 marshmallow 12 May 2009 at 21:15

    dalam tiga menit uni mengunjungi 8 kota dalam tiga negara berbeda. fiuh! memang capek!

    jadi ke mana setelah ini, sutan?

  15. 17 meiy 13 May 2009 at 13:16

    Tangkahan cat, tangkahan, our hidden paradise :D

  16. 19 ekaria27 13 May 2009 at 18:28

    kenapa MEDAN gak ada???
    Pasti reviewnya begini:

    Kota ini penuh dengan supir2 edaaanyg gak bisa baca rambu2 lalu lintas hahahha

  17. 21 iChaL 16 May 2009 at 02:01

    nabung…nabung…nabung…pen jd backpaker,,he3..

  18. 23 Takodok! 16 May 2009 at 05:41

    Huwaaa kenapa judul postingnya bisa sama?

    Cuma belum ke Bali utk Indonesia nya, ongkosin dong cat :lol:

  19. 26 reallylife 16 May 2009 at 20:12

    hem, ke Medan kapan ni mas jalan-jalannya? aku bersedia jadi guide dech

  20. 28 soyjoy76 18 May 2009 at 11:49

    Catra, itu jalan2nya dalam satu kali kesempatan liburan kah? Wow…what a journey… Salam kenal yo, dari urang awak yang mancangkua di Pakanbaru. Bilo mengulas tantang kota pakanbaru yang panuah jo biker2 ndak tau adat…:-)

  21. 30 unai 23 May 2009 at 23:18

    aha another tulisan yang bikin ingin baca lagi dan lagi. Smart, dan punya gaya Catra banget. suka deh

  22. 31 morishige 5 January 2010 at 22:26

    mantap gan.. ini FR atau planning? :mrgreen:

  23. 32 Venezs 2 April 2010 at 21:11

    Artikel ditambah lagi dong mengemai kota kota lain

    Jendela Alam
    http://www.jendela-alam.com/
    Save The Nature for The Future


  1. 1 Ternyata Saya Masih Seorang Indonesia. Visit Indonesia 2009 « Catatan Rangmudo Trackback on 4 June 2009 at 13:57

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




telah mampir...

  • 85,261 hits

Welcome

Cuma sedikit catatandan curhatan yang terkadang tentang politik, terkadang sosial, terkadang juga ngasal, tapi itu semua bentuk aspirasi yang terkadang tak tersampaikan.

Twitter

  • Bismillahirrahmanirrahim.. 6 hours ago
  • Serius? Asik, untung masih ada ktm :)) RT @isfariani: Itu serius mahasiswa itb dpt diskon garuda 25%? Syg sekali gw bukan mahasiswa ITB lg 8 hours ago
  • Si Mirdad, org kantor gue, WN Iran. Main futsal jago banget. Blunder dikit bsk dy ga mau se tim lg sm kita. Persis ky temen SD gw dulu 11 hours ago
  • Lho, itu kan bis yang lewatnya 1/2jam sekali bro RT @donnypep: Bis apa yang demen bgt ngajakin penumpangnya sauna gratisan? #TransJakarta 18 hours ago
  • Ketika Abu Bakar mangkat, Umar memberhentikan Khalid jadi panglima & menjadikannya duta besar. Kata umar ini agar umat tak medewakan Khalid. 1 day ago

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.