Renungan Kecil

Pemulung Non Oknum ?

pemulung cilik

Seorang sahabat datang menghampiri kamar, tak membawa kabar dan tak membawa makanan. Mampir duduk dan langsung menyentuh notebook saya yang memang hidup sedari tadi. Berceloteh seolah saya pasti akan menyimak, “Cat, sebentar lagi anak-anak bakalan ke 21 nih, ikutan nggak?”

“Ngapaen emang?”, tanya saya seolah saya tidak tahu kalau ke 21 umumnya untuk menonton movie.

“Nonton Sang Pemimpi”, Jawabnya.

Saya bertanya lagi film apa saja yang lagi diputar. Ternyata ada beberapa judul menarik, Avatar dan Sherlock Holmes. Saya memang susah menolak tawaran atau ajakan seorang sahabat. Saya mengiyakan walau sebenarnya saya cukup lelah hari itu.

Kendaraan langsung dipacu ke 21 cineplex yang terletak di Cihampelas Walk. Tak jauh dari tempatku. Sesampai di parkiran saya dan sahabat langsung menuju Lift yang tersedia langsung di dekat parkiran kendaraan saya. Saya masuk dan langsung saya pencet tombol 2, ya, lantai paling atas ini hanya sampai lantai dua saja. tapi banyak tombol-tombol lantai lain, UG, LG, B1, B2 dan banyak lagi, saya tak begitu hafal.

Saya lihat keadaan sekeliling. banyak perempuan dan pria memakai fashion yang cukup mengikuti mode, penilaian saya. Melangkah dengan percaya diri melenggang menjauhi Lift, saya memasuki 21 Cineplex, Seperti biasa saya selalu menuju toilet, sembari berkaca melihat bagaimana tampilan saya. ;)

Untuk ukuran kualitas sound dan kenyamanan di ruangan saya lebih menyukai Blitz. Entah kenapa.

Bukan ini bukan postingan resensi film. Seusai nonton saya singgah ke sebuah warung pecel lele di pinggir jalan. Penjualnya mengaku dari jawa timur, lebih kecil dari saya kelihatannya. Saya ajak ngobrol cukup nyambung. Dia berceloteh tentang kasus century, dari sudut pandang dia tentunya. Saya kagum sekaligus malu. Saya teringat film sang pemimpi, bahwa ternyata ada jutaan lagi rakyat indonesia bersusah payah melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Juga, masih banyak rakyat indonesia yang bersusah payah mengais rupiah untuk sesuap nasi. Saya disini masih beruntung bisa sekolah tinggi.

Saya masih ingat betul betapa ketika ayahnya ikal diPHK karena turunnya harga timah dunia. Ikal bekerja paruh waktu untuk membantu orang tuanya. Saya? Masih bisa nonton di cineplex 4x dalam 2 minggu ini. Masih bisa makan bergizi setiap saat. Saya malu. Saya malu bisa hidup berkecukupan sementara saya sendiri belum bisa membuat orang tua saya bangga.

——————-

Nb: jangan sesekali anda menonton sang pemimpi kalau anda tidak kuat mertawakan diri anda sendiri
Gambar diambil dari sini

13 Responses to “Renungan Kecil”


  1. 1 Catra 6 January 2010 at 22:27

    Semoga banyak ikal-ikal lain di Indonesia ini, yang mampu bersinar di tengah beratnya beban keluarga.

  2. 2 ikkyu_san 6 January 2010 at 23:14

    mengaminkan pernyataan kamu di atas.

    Dan semoga lebih banyak lagi program beasiswa yang memang diperuntukkan untuk mereka yang benar-benar tidak mampu….

    EM

  3. 4 marshmallow 7 January 2010 at 08:59

    makanya uni belum nonton juga sampe sekarang, sutan.
    abis belum mampu menertawakan diri sendiri.

    bagus kalau masih punya kesadaran, cat.
    berarti kan ada peluang untuk berubah.

  4. 5 : PoetZ : 7 January 2010 at 10:11

    semoga tahun 2010 membawa perubahan yg berarti terutama bagi anak2 Indonesia yang haus iLmu, semoga…

    amin…

  5. 6 morishige 7 January 2010 at 12:31

    baca postingan ini saya jadi tambah pengen cepet2 lulus. kita, rakyat Indonesia yang diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi, kadang lupa kalo sebenernya kita belajar juga buat mereka. buat mengangkat martabat bangsa.. ane malu gan krn sibuk berhura-hura aja.. *sok bijak mode*

  6. 8 Soni Satiawan 7 January 2010 at 14:29

    Hi Cat, baa kaba?? lamo uda indak mampia ka siko..

    Mudah2an cat, semoga pemerintahan sekarang lebih care dan aware lagi ama pendidikan di negara kita.

  7. 9 TamaGO 7 January 2010 at 18:35

    Sherlock, Avatar, The Dreamer. blm nonton semua >_<

  8. 10 Eka Situmorang-Sir 8 January 2010 at 05:14

    Catraaaaaa… haduh refleksimu ituh…
    hmmm ikut trenyuh….
    thank u yah pagiu2 gini gue jadi bisa makin mengucap syukur :)

  9. 12 vizon 8 January 2010 at 18:50

    menikmati apa yang kita miliki adalah wajar saja Cat.
    yang tidak boleh adalah, tidak peduli dengan sekitar. membiarkan kesengsaraan di hadapan kita, sementara kita mampu untuk meringankannya…

    ssttt… sherlock holmes ok juga lho… hahaha… :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




telah mampir...

  • 85,261 hits

Welcome

Cuma sedikit catatandan curhatan yang terkadang tentang politik, terkadang sosial, terkadang juga ngasal, tapi itu semua bentuk aspirasi yang terkadang tak tersampaikan.

Twitter

  • Bismillahirrahmanirrahim.. 6 hours ago
  • Serius? Asik, untung masih ada ktm :)) RT @isfariani: Itu serius mahasiswa itb dpt diskon garuda 25%? Syg sekali gw bukan mahasiswa ITB lg 8 hours ago
  • Si Mirdad, org kantor gue, WN Iran. Main futsal jago banget. Blunder dikit bsk dy ga mau se tim lg sm kita. Persis ky temen SD gw dulu 11 hours ago
  • Lho, itu kan bis yang lewatnya 1/2jam sekali bro RT @donnypep: Bis apa yang demen bgt ngajakin penumpangnya sauna gratisan? #TransJakarta 18 hours ago
  • Ketika Abu Bakar mangkat, Umar memberhentikan Khalid jadi panglima & menjadikannya duta besar. Kata umar ini agar umat tak medewakan Khalid. 1 day ago

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.