Kartini

Image and video hosting by TinyPic

Kartini

Tadi saya ke kampus, ada sesuatu yang aneh nih ternyata. Banyak orang berpakaian batik. Perempuan banyak yang memakai Rok Panjang bermotif  Batik, yang laki-lakipun juga tidak kalah dengan memakai batik berlengan pendek, mungkin kalo yang lengan panjang dikirain mau pergi ke kondangan kali ya. :mrgreen: hehe. Usut punya usut ternyata kemarin adalah hari Kartini yang mempunyai nama asli, Harum (coba analisis lagu Ibu Kartini dengan saksama). Katanya sih Kartini merupakan simbol sebuah perjuangan wanita dalam memperjuangkan hak-hak wanita yang zaman dahulu dikekang dan rendahnya emansipasi wanita pada zaman itu.

Yah, kartini merupakan isteri ketiga dari seorang bangsawan Jawa yang penuh dengan budaya-budaya yang menomorduakan perempuan. Katanya lagi, Kartini merupakan simbol perempuan jawa yang meninggalkan segala macam aturan-aturan adat demi mendapatkan pendidikan dan keluar dari golongan kaum wanita yang mayoritas buta huruf pada zaman itu.

Sekarang kita lihat kaum wanita sudah banyak yang jadi dokter, ada yang jadi Polisi, hingga menjadi seorang sosiolog yang juga aktivis perempuan, banyak deh pokoknya gak bisa disebutin satu-satu. Oh ya calon apoteker yang satu ini udah di wisuda belum yah?semangat uni!!

Sekarang banyak yang lagi bahas sosok soal kartini, bagi saya banyak sosok-sosok kartini baru hidup di zaman ini. Perempuan yang mana melawan norma adat yang menomorduakan perempuan, melawan norma agama yang mengatakan kaum hawa lemah terbuat dari tulang rusuk Adam. Tapi wanita sekarang adalah wanita yang mampu hidup sesuai perkembangan zaman, bisa mencari nafkah sendiri namun tetap tahu akan kodratnya.

Omong-omong soal emansipasi, saya bangga dengan sistem matrilineal yang ada di adat saya. Kenapa? Karena matrilineal yang merupakan sistem kekerabatan yang diturunkan lewat pihak ibu. Harta warisan turunnya ke pihak perempuan. Rumah gadang dipimpin oleh Bundo Kanduang. Sawah ladang dimiliki oleh kaum wanita. Merupakan sebuah penghargaan terhadap kaum wanita sudah dibangun sejak dahulu oleh nenek moyang kita yang katanya berasal dari puncak gunung Marapi itu. RA Kartini juga punya seorang sahabat yang katanya sangat menginspirasi, yaitu Agus Salim, teman akrabnya semasa sekolah. Agus Salim lahir di tengah kentalnya adat matriakat Minangkabau pada saat itu.

Huhh, mulai lagi deh chauvinis lu, cat!!hehehe… Selamat hari batik Kartini aja deh!!

21 Responses to “Kartini”


  1. 1 ceznez 22 April 2009 at 17:46

    kartini day kemarin turut di meriahkan ama om google dan pakde yahoo :)

  2. 2 Ade 23 April 2009 at 02:58

    Selamat hari kartini *walopun sedikit telat hehehe*

  3. 3 Catra 23 April 2009 at 03:27

    Ceznez:::
    wah saya melewatkan Event yang dibikin si Mbah itu… huhh

    Ade:::
    sama2 uni… di NY ada perayaannya juga tak?

  4. 4 Uke Poet 23 April 2009 at 05:31

    It’s the 2nd posting about Kartini I read this morning.
    Nice posting mas… :D

  5. 5 vizon 23 April 2009 at 09:36

    meski awalnya saya kesal dg sistem matriakat, tapi kemudian saya memujanya. karena ternyata, sistem itu telah menempatkan perempuan pada posisi yang diuntungkan, tidak mudah ditindas…

    selamat hari bundo kanduang… :)

  6. 6 Catra 23 April 2009 at 09:37

    Uke Poet:::
    makasih udah baca mbak, jangan bosen2 mampir yaaa

    Da Vizon:::
    Awalnya kesal kenapa da? hehehe, atau karena terlalu mengistimewakan perempuan ya? :lol:

  7. 7 racheedus 24 April 2009 at 17:28

    Semoga spirit Kartini tidak membuat wanita melupakan kodratnya. Bo Ambo!
    Makasih Uda Catra sudah mampir ke ladang saya.

  8. 8 marshmallow 24 April 2009 at 18:28

    ya, sistem matrilinear memiliki alasan yang kuat.
    emansipasi wanita (kok lebih enak menyebutnya penghargaan kepada kaum wanita aja, ya?) ternyata sudah jauh lebih dulu diakui oleh orang minang daripada orang indonesia. dengan sistem ini wanita tidak akan terlantar walaupun terpisah dari suaminya, dan dengan demikian anak-anak akan dapat terus dibesarkan dan disekolahkan dengan baik.

  9. 9 Catra 24 April 2009 at 18:33

    Racheedus:::
    iya pak, semoga aja wanita tak lupa dengan kodratnya

    Uni Hemma:::
    seneng pastinya uni, semua wanita minang ternyata telah mendapat tempat istimewa di tengah2 masyarakat. ternyata hal ini baru diterapkapkan di indonesia. :lol:

  10. 10 rian 26 April 2009 at 19:38

    kalo cewe kartini.. kalo cowo kartono yach cat ..??? :mrgreen:

  11. 12 Catra 28 April 2009 at 20:53

    Rian:::
    Siapa ya, tokoh pria Indonesia yang memperjuangakn emansipasi pria. Sepertinya gak ada ya bro?

    Dastakodok:::
    Sami-sami uni :mrgreen:

  12. 13 zulhaq 30 April 2009 at 22:40

    mari kita dukung emansipasi wanita
    lumayan cowok dilayani kaum hawa he2

  13. 14 Widya 2 May 2009 at 17:29

    seandainya Rohana Kudus juga sering disebut di sejarah dengan semangatnya mendirikan sekolah wanita “Amai Setia” dan koran wanita pertama “Soenting Melayu”, mungkin banyak hal lebih bisa menjadi inspirasi :)

  14. 15 Catra 2 May 2009 at 18:00

    Zulhaq:::
    Ayo mas… mari sama-sama kita dukung!!!

    Ni Towet:::
    Betul sekali uni, kenapa rohana kudus tak (terlalu) dikenal sejarah ya

  15. 16 ekaria27 8 May 2009 at 18:09

    Selain padang ada yg lainkah yg menganut sistem matrenial yah ?

  16. 18 andreas 16 May 2009 at 23:42

    Sisi Lain Kartini : Pelopor Kebangkitan Nasional

    Sejarawan George Mc Turnan Kahin, penulis buku Nationalism and Revolution Indonesia, mengatakan bukan Budi Utomo pelopor pembaruan pendidikan di Indonesia melainkan Kartini. Sementara itu Profesor Ahmad M. Suryanegara, dalam buku Menemukan Sejarah, menuturkan Kartini tidak hanya berjuang untuk perempuan, tapi juga untuk membangkitkan bangsanya dari kehinaan. Asvi Warman Adam menyimpulkan pula Kartini tidak hanya tokoh emansipasi perempuan, tetapi juga pelopor kebangkitan nasional.

    Selengkapnya
    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/04/kartini-pelopor-kebangkitan-nasional.html

  17. 19 komunitasaleut 22 April 2010 at 00:05

    tulisan lo selalu keren bang, ntar kelas nulis jadi pembicara ya bro.. :D

  18. 20 1nd1r4 25 April 2010 at 10:26

    Ada sisi lain KArtini yang jarang dibahas, bagaimana dia sangat mengagumi agama Islam dan mencoba menjalankan apa yg ada dalam Islam. Bahkan dia juga menginspirasi diterjemahkan Alquran ke dalam bhs Jawa :) .. pa kabar cat? kapan nih bisa kopdaran?

  19. 21 Thyo 6 May 2010 at 09:50

    Mantap cat….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




telah mampir...

  • 85,261 hits

Welcome

Cuma sedikit catatandan curhatan yang terkadang tentang politik, terkadang sosial, terkadang juga ngasal, tapi itu semua bentuk aspirasi yang terkadang tak tersampaikan.

Twitter

  • Bismillahirrahmanirrahim.. 6 hours ago
  • Serius? Asik, untung masih ada ktm :)) RT @isfariani: Itu serius mahasiswa itb dpt diskon garuda 25%? Syg sekali gw bukan mahasiswa ITB lg 8 hours ago
  • Si Mirdad, org kantor gue, WN Iran. Main futsal jago banget. Blunder dikit bsk dy ga mau se tim lg sm kita. Persis ky temen SD gw dulu 11 hours ago
  • Lho, itu kan bis yang lewatnya 1/2jam sekali bro RT @donnypep: Bis apa yang demen bgt ngajakin penumpangnya sauna gratisan? #TransJakarta 18 hours ago
  • Ketika Abu Bakar mangkat, Umar memberhentikan Khalid jadi panglima & menjadikannya duta besar. Kata umar ini agar umat tak medewakan Khalid. 1 day ago

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.