Ketika Nubie Bertemu Sesepuh

Mbak Imel, Kai dan Saya di Gerbang depan ITB

Kopdar kali ini memang istimewa. Kenapa hal ini saya sebut istimewa, karena momen ini mempertemukan saya dengan para sesepuh blogger seperti, Pak Nanang dan Pak Grandis merupakan seorang doktor dan pengajar FTTM ITB, Mbak Imelda, WNI yang berdomisili di Jepang, yang juga seoarang dosen di Universitas Waseda Jepang kebetulan lagi berlibur ke Indonesia, juga ada Mas Daniel Mahendra seorang penulis kondang dengan salah satu karya nya trilogi Epitaph Serta Pak Ersis penulis puluhan buku dan juga seleb blog yang lagi mengambiul S3 Bahasa di UPI. Lain rasanya bisa membuat saya bertemu dengan sesepuh dunia perbloggeran ini.

Pak Nanang, Mbak Imel, Pak Grandis dan Saya

Berawal dari DM twitter. Katanya Mbak Imel mau menuju kampus saya untuk bertemu beberapa kolega bloggernya pak Grandis dan Pak Nanang di kampus. Memang sebelumnya beliau sudah pernah juga ke kampus ini. Saya segera bergegas pulang dari kantor dan menaruh barang-barang yang sekiranya menghambat mobilitas dan langsung menuju kampus. Saya langsung menuju depan gedung Magister Geodesi tempat mereka berkumpul. Dengan sedikit malu-malu saya menyalami mereka satu persatu. Kaget, tiba-tiba diantara mereka ada mas Daniel Mahendra. Baru pertama kali bertemu sejak kita saling mengenal tahun 2007 lalu di blog nya.

Sementara mereka ngobrol kangen-kangenan saya sibuk ngusilin si kai (anaknya mbak imel) yang selama ini cuma bisa saya lihat foto atau baca tulisan tentang nya di blog. Jujur, si kai memang nggemesin.

Lepas dari ITB kita bertiga, eh berempat  (Saya, Mas DM dan Mbak imel +Kai)  istirahat sejenak dan akan bertemu dengan Pak Ersis.

Kai, Mas DM, Saya dan Pak Ersis

Malam itu Kita ngobrol berempat, Saya, Mas DM, Mbak Imel dan Pak Ersis di PVJ. Diantara kita berempat saya paling muda dan saya yang paling anyar tentunya. Diam-diam saya banyak memetik pembelajaran dari obrolan mereka. Kebetulan topik kita malam itu adalah menulis.

Pak Ersis yang lagi sibuk menyusun disertasi doktor nya tentu banyak hal-hal menarik dari beliau yang saya tangkap. Termasuk slogannya yang berupa “Menulis itu Mudah”, bagaimana step-step tulisan itu dari yang awalnya melihat, mendengar lalu merekam nya dalam otak dan dijewantahkan dalam bentuk tulisan. Luar Biasa.

Sama dengan Mbak Imel, yang juga menulis tanpa beban dan juga (katanya) ratu kopdarlegendaris seperti Bunda Enny. Tips dari mbak imel yang saya dapatkan yaitu agar dalam satu postingan jangan menceritakan satu hal, ya, satu hal saja ibarat orang curhat, tapi berusaha menceritakan keberagaman cerita tanpa menghilangkan esensi pesan itu tersebut.

Mas Goniel, sapaan lawas mas DM, seperti biasa doi banyak diam dan cool. Tapi, saya yakin banyak tips-tips menulis dari seorang yang memang penulis handal ini. Cuma sayangnya saya tak sempat mencongkelnya lebih jauh ilmu nya yang luar biasa itu termasuk ilmu bagaimana membuat buku, hehe.

Memang, banyak pembelajaran menulis yang saya dapatkan, terutama konsistensi dalam menulis serta pakem bahwa menulis itu ternyata memang menyenangkan.

Pembelajaran terakhir adalah, masakan thailand memang pedas. Ya, pedas. *efek sakit perut pasca kopdar* :(

9 Responses to “Ketika Nubie Bertemu Sesepuh”


  1. 1 imoe 4 August 2011 at 22:48

    hik hik hik hik saya tak ada disitu

  2. 2 Ikkyu_san 5 August 2011 at 05:45

    laaah sakit perut? Padahal ngga ada yang pedas banget kan? Masih lebih pedas masakan padang hehehe. Tapi memang benar Tom Yang Kung itu pedas dan kecut. Mungkin itu ya…

    Senang juga bisa bertemu dan ngobrol-ngobrol yah. Next time PVJ lagi deh hehehe.

    EM

  3. 3 Soni Satiawan 5 August 2011 at 07:41

    aihhhhhh, Mantap Catra. Pengen nulis lagi (sebenarnya cuma ingin kopdar) wkwkwkwkwkwk. Btw ada 2 orang dosen saya catra di picture atas. hehehehehehe.. Sejak dapat gawe dan sistem kerja yang memakai roaster system (8w 2w or 10w 2w), sulit menemukan waktu yang baik untuk menulis karena ketika di lapangan, waktu memang sangat terkuras dengan kerjaan di lapangan yang ga tentu, dan ketika cuti (field break) waktu terkuras habis tanpa terasa untuk liburan (ketika liburan ini ingin rasanya tiap detik itu benar2 digunakan semaksimal mungkin). Mudah2an di lain bisa menulis lagi kedepannya.

  4. 4 Ersis Warmansyah Abbas 5 August 2011 at 09:19

    Sip … duh aku deg-degan; soalnya besoknya ujian seminar proposal … Alhamdulillah OK

  5. 5 edratna 12 August 2011 at 21:08

    Senang ya ketemu para blogger senior…Imelda memang ratu kopdar, saya salut dengan daya tahannya, …tak kenal capek.
    Dan dia suka bikin kejutan, hari Kamis kemarin, ke kantorku bersama Kai….sayangnya cuma sempat mengobrol sebentar karena saya ada janji meeting dengan bos.

    Terus menulis ya Catra…
    Padahal saya sering lho datang ke kampus gajah ini, sejak tahun 70 an…maklum mantan pacar (suami) kuliah disini. Pas anakku masih di kampus gajah saya suka datang ke gedung El, ngecek seperti apa sih ruang lab nya, gara-gara si bungsu hobi banget nglembur dan tidur di lab..hehehe…biasalah mak-mak suka kawatir. Saya malah belum sempat balik kunjungan ke pak Hendra, padahal beliau sudah datang ke rumahku di Bandung.

  6. 6 vizon 19 August 2011 at 10:27

    Akhirnya kita juga bisa ketemu ya Cat..
    Semoga ada kesempatan kita bertemu di Bandung. Udah lama saya gak ke Bandung soalnya.. Eh tapi, udah keburu lulus ya Cat? hehehe… :)

  7. 7 Asop 2 September 2011 at 11:12

    Waaaaaah, seandainya saya datang kopdar waktu itu, kita pasti ketemu…. :)


  1. 1 When Geo met Desi | SeSeRaGi Trackback on 15 September 2011 at 16:26
  2. 2 Twilight Express » Blog Archive » When Geo met Desi Trackback on 15 September 2011 at 22:06

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




telah mampir...

  • 79,021 hits

Welcome

Cuma sedikit catatandan curhatan yang terkadang tentang politik, terkadang sosial, terkadang juga ngasal, tapi itu semua bentuk aspirasi yang terkadang tak tersampaikan.

Twitter

Error: Please make sure the Twitter account is public.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.