Archive Page 2

Flying Phobia

Setahun belakangan ini penerbangan menjadi hal yang menakutkan bagi saya. Penerbangan tidak lagi menjadi suatu hal yang menyenangkan. Tapi seperti menaiki wahana di dufan yang memacu adrenalin dan memmbuat jantung bekerja dua kali lebih cepat. Apalagi penerbangan malam yang terkenal dengan guncangannya.

Memang, seminggu sebelumnya saya mimpi pesawat yang saya tumpangi menukik tajam di tengah malam dan saya lihat di jendela temaram lampu-lampu kota yang bergerak kencang menandakan pesawat ini jatuh dengan kecepatan yang kencang. Tapi saya terbangun karena itu hanyalah mimpi. Berkeringat dengan nafas yang terengah-engah. Pengalaman terbang berpuluh-puluh kali tak mampu menghilangkan rasa phobia itu.

Pukul  01.00 dini hari saya berjalan kaki menuju pool Cipaganti di bilangan dipati ukur, Bandung. Pikul 04.00 subuh tak terasa saya sudah sampai di bandara Cengkareng Soekarno –Hatta. Cukup awal saya sampai sebelum terbang jam 6 ke Padang nanti. Ruang tunggu terasa sangat dingin karena suhu luar yang juga memang dingin. Hal itu membuat saya cukup gugup dalam menghadapi Continue reading ‘Flying Phobia’

Indahnya liburan ini

Tak seperti tahun sebelumnya, liburan saya saat ini diisi dengan Bekerja Praktek di Salah satu perusahaan dirgantara di Bandung sambil mengambil kuliah di semester pendek.  Liburan di tahun satu saya mengisinya dengan kaderisasi intensif untuk bisa mendapatkan jaket strip tiga yang sekarang udah hilang oleh yunior saya. Sedangkan libur tingkat dua saya bisa full libur di kota kelahiran saya. Sekarang  sudah tidak bisa lagi. Semakin tinggi tingkatan kita di perguruan tinggi ini, semakin banyak juga tanggung jawab yang harus kita hadapi. Kerja Praktek, selain bisa menambah wawasan kita, kita juga bisa membuka sedikit mata tentang berat nya tantangan di dunia kerja nantinya. Continue reading ‘Indahnya liburan ini’

Solo Punya Bengawan

Pagi ini saya sangat cemburu, apa pasal? Saya merasa kehilangan, saya merasa tidak memiliki bangsa ini lagi. Saya merasa dikhianati, dikhianati oleh euforia globalisasi yang menghilangkan substansi apa yang kita miliki, apa yang negara kita punya.

Tak terasa saya merasa merinding, merasa terharu, tak dapat menahan keluarnya air dari mata hingga berkaca kaca ketika mendengar ini:

Saya iseng search lagu bengawan solo di youtube. Ternyata sebagian besar yang keluar merupakan bengawan solo produk luar, alias orang luar negeri yang menyanyikan lagu ini. Ada orang belanda, jepang, jerman, bahkan orang singapura pun memainkan orkestra lagu ini di pinggiran jalan, entah di negara mana.

Adapula yang memakai lagu ini buat senam, seperti senam poco-poco diIndonesia, lagu ini digunakan di Belanda. Entah kenapa lagu ini begitu fenomenal. Bapak-bapak paruh baya di Jepang sangat bersemangat memainkan lagu ini dengan gitarnya. Serta kakek-kakek dari Belanda jadi tertarik dengan lagu-lagu lain di Indonesia. Lagu ini juga sering dibawakan kelompok-kelompok paduan suara di ajang festifal paduan suara Internasional. Continue reading ‘Solo Punya Bengawan’

Bandung Lautan Lubang

Bandung Lautan Lubang

Bandung lautan api, mengingatkan kita pada heroikme perjuangan pemuda-pemuda bandung di era kemerdekaan dulu. Bandung lautan Geulis, hmmm… ya, geulis-geulis Bandung memang gak ada duanya di Indonesia. Bandung lautan asmara? Hmm… hahaha

Namun sekarang muncul lagi, Bandung lautan lubang. Lubang ini bukan lubang-lubangan, tapi memang lubang sebenarnya. Lubang jalanan yang ada di semua ruas jalanan Bandung bahkan ruas jalan utama sekalipun. Jalan Dago (Ir.H. Juanda) Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, jalan setiabudi dll.

Satu dari ribuan Lubang, Mirisnya lubang ini terletak di jalan dago, jalan kebanggan orang Bandung

Kota ku yang dahulunya asri nan nyaman kini tinggal kenangan dan cerita. Semua keindahan seolah-olah sirna seketika karena “dirampok” oleh pengelola kota yang kesannya seperti tidakperduli dengan penderitaan warganya.Selaku warga Bandung, saya sangat mencintai kota ini. Justru karena mencintai maka saya sedikit harus beranimenyampaikan kondisi kota ku sayang – kota ku malang. Continue reading ‘Bandung Lautan Lubang’

KLARIFIKASI RESMI KM ITB MENGENAI PAPUA

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum wr wb

SALAM GANESHA!

Menanggapi berbagai isu yang beredar tentang pernyataan diskriminasi ras oleh salah seorang Mahasiswa ITB pada beberapa waktu lalu, kabinet KM ITB akan menjelaskan kronologis kejadian dan perkembangan aktual dari kasus ini kepada rekan – rekan mahasiswa ITB. Kami berharap dengan adanya informasi ini dapat menjawab isu yang selama ini beredar dan diharapkan kita semua dapat berpikir jernih serta menyikapinya dengan bijaksana.

KRONOLOGIS KEJADIAN

Tanggal 2 Mei 2010

Bermula dari Pertandingan Persib vs Persipura pada hari Continue reading ‘KLARIFIKASI RESMI KM ITB MENGENAI PAPUA’

Indonesia Kecil Ada Disini

Patung Batara Garuda yang terbuat dari anyaman rotan berdiri gagah di tengah-tengah Boulevard kampus saya. Berdiri setinggi 5 meter kira-kira. Pagelaran Seni da Budaya. Tagline nya adalah Romantisme Nusantara. Acara akbar ini diadakan oleh Dept Seni dan Budaya Keluarga Mahasiswa ITB (KM-ITB).

Banyak sekali rangkaian acaranya. Semua Unit Kebudayaan yang ada di kampus terlibat memeriahkan acara ini. Setiap provinsi yang diwakili oleh Unit kebudayaan menempati stand yang telah disediakan panitia. Tak ketinggalan Stand makanan tradisional nusantara. Ada kerak telor, Continue reading ‘Indonesia Kecil Ada Disini’

Kartini

Image and video hosting by TinyPic

Kartini

Tadi saya ke kampus, ada sesuatu yang aneh nih ternyata. Banyak orang berpakaian batik. Perempuan banyak yang memakai Rok Panjang bermotif  Batik, yang laki-lakipun juga tidak kalah dengan memakai batik berlengan pendek, mungkin kalo yang lengan panjang dikirain mau pergi ke kondangan kali ya. :mrgreen: hehe. Usut punya usut ternyata kemarin adalah hari Kartini yang mempunyai nama asli, Harum (coba analisis lagu Ibu Kartini dengan saksama). Katanya sih Kartini merupakan simbol sebuah perjuangan wanita dalam memperjuangkan hak-hak wanita yang zaman dahulu dikekang dan rendahnya emansipasi wanita pada zaman itu.

Yah, kartini merupakan isteri ketiga dari seorang bangsawan Jawa yang penuh dengan budaya-budaya yang menomorduakan perempuan. Katanya lagi, Kartini merupakan simbol perempuan jawa yang meninggalkan segala macam aturan-aturan adat demi mendapatkan pendidikan dan keluar dari golongan kaum wanita yang mayoritas buta huruf pada zaman itu.

Sekarang kita lihat kaum wanita sudah banyak yang jadi dokter, ada yang jadi Polisi, hingga menjadi seorang sosiolog yang juga aktivis perempuan, banyak deh pokoknya gak bisa disebutin satu-satu. Oh ya calon apoteker yang satu ini udah di wisuda belum yah?semangat uni!!

Sekarang banyak yang lagi bahas sosok soal kartini, bagi saya banyak sosok-sosok kartini baru hidup di zaman ini. Perempuan yang mana melawan norma adat yang menomorduakan perempuan, melawan norma agama yang mengatakan kaum hawa lemah terbuat dari tulang rusuk Adam. Tapi wanita sekarang adalah wanita yang mampu hidup sesuai perkembangan zaman, bisa mencari nafkah sendiri namun tetap tahu akan kodratnya. Continue reading ‘Kartini’

« Previous PageNext Page »


telah mampir...

  • 85,261 hits

Welcome

Cuma sedikit catatandan curhatan yang terkadang tentang politik, terkadang sosial, terkadang juga ngasal, tapi itu semua bentuk aspirasi yang terkadang tak tersampaikan.

Twitter

  • Bismillahirrahmanirrahim.. 6 hours ago
  • Serius? Asik, untung masih ada ktm :)) RT @isfariani: Itu serius mahasiswa itb dpt diskon garuda 25%? Syg sekali gw bukan mahasiswa ITB lg 8 hours ago
  • Si Mirdad, org kantor gue, WN Iran. Main futsal jago banget. Blunder dikit bsk dy ga mau se tim lg sm kita. Persis ky temen SD gw dulu 11 hours ago
  • Lho, itu kan bis yang lewatnya 1/2jam sekali bro RT @donnypep: Bis apa yang demen bgt ngajakin penumpangnya sauna gratisan? #TransJakarta 18 hours ago
  • Ketika Abu Bakar mangkat, Umar memberhentikan Khalid jadi panglima & menjadikannya duta besar. Kata umar ini agar umat tak medewakan Khalid. 1 day ago

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.